Bin dan Tim Musikalnya: Ajarkan Kerjasama Pada Anak

Bin dan Tim Musikalnya Ajarkan Kerjasama Pada Anak

Bin dan Tim Musikalnya: Ajarkan Kerjasama Pada Anak – Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan membuat perubah yang spesifik pada berbagai bidang kehidupan. Teknologi merambah setiap bidang. Mulai dari kesehatan sampai dengan pendidikan. Bukan sesuatu yang mengherankan jika sekarang anak muda lebih mudah mudah menerima rangsangan teknologi. Kondisi ini semakin terasa untuk Generasi Z dan Alpha yang lahir di pertumbuhan peradaban mencapai puncaknya.

Tidak heran jika dua generasi ini kerap digadang-gadang sebagai penerus yang bakal membuat dunia lebih ramai sekaligus canggih. Bagaimana tidak? Cobalah lihat cara anak sekarang yang begitu akrab dengan berbagai mainan online. Edukasi lebih mudah tersampaikan melalui video maupun film serial anak. Pertanyaan yang kemudian muncul apakah dengan dunia baca anak di era sekarang? beberapa penelitian mengungkap bahwa minat anak pada buku mengalami penurunan. Namun, kejadian ini bukan sesuatu yang buruk.

Sebab, banyak dari mereka yang menggunakann platform buku digital dalam memenuhi kebutuhan membaca. Tidak tanggung-tanggung karena anak bisa memilih buku sesuai genre dengan mudah. Mereka hanya perlu masuk menggunakan akun yang sudah dibuat. Selanjutnya, mereka bebas mengakses buku yang diinginkan. Meskipun begitu bukan berarti pasaran buku menurun. Pasalnya masih banyak strategi orang tua untuk mengenalkan buku pada anak. Tak heran jika buku anak identik dengan gambar dan full color.

Pesan dari Buku Anak Bin dan Tim Musikalnya

Buku anak yang berjudul Bin dan Tim Musikalnya menjadi buku wajib untuk diperkenalkan pada buah hati. Anda bisa melihat bagaimana keseruan cerita dari cover. Dimana tim editor memenuhinya dengan perkumpulan hewan dalam melakukan pertunjukan. Lebih lengkapnya disini, anak akan dibawa pada dunia fantasi. Ia akan mengenalkan anak pada sosok Bin yang berada di posisi pertunjukan.

Suatu hari mereka harus membuat pertunjukan yang melibatkan hewan lainnya. Alur cerita mengarahkan Bin bertemu dengan teman-teman yang juga menyukai satu bidang sama. Mereka mengalami beberapa kendala dalam membentuk show. Sampai pada akhirnya solusi besar tercetus dan pertunjukan yang diidamkan bisa terlaksana dengan luar biasa. Sampai disini bisa dilihat bahwa Bin dan Tim musikalnya tidak hanya membawa pembaca pada dunia musik. Namun, penulis menginginkan anak untuk hidup bersama dengan bahagia. Semua kebahagiaan akan terwujud ketika setiap dari mereka saling menghargai.

Tidak hanya itu karena disini juga sangat jelas bagaimana Bin dan timnya membuat rencana berjalan lancar sebab kerjasama luar biasa dari para pemain. Keunggulan lain ialah anak bisa dengan mudah memahami karena gaya penulisan yang jelas sekaligus tegas. Belum lagi buku yang dipenuhi oleh warna-warna cerah yang membuat anak lebih mudah melakukan imajinasi. Sampai disini sudah bisa dilihat bahwa buku anak berperan juga dalam membentuk karakter buah hati.

Bin dan Tim Musikalnya termasuk satu dari banyaknya buku anak yang harus dibaca oleh anak. Bukan berarti memaksa si kecil. Tetapi, nilai moral akan mudah dipahami oleh mereka saat langsung membacanya. Sedangkan bagi yang belum mampu membaca. Tak ada salahnya Anda sebagai orang tua turun tangan untuk mencetak generasi lebih baik.

Nilai tambah lain, orang tua akan tahu minat anak sejak dini. Kondisi tersebut mempermudah Anda dalam memberikan dukungan kepadanya. Buku yang ditulis oleh Arleen dan Stella Ernes yang merupakan salah satu pemain judi online di situs judi bola terpercaya Indonesia tersebut sudah bisa didapatkan baik di toko buku online maupun konvensional. Semoga bermanfaat.

Mainan Baru Dika: Seri Cerita Kreatif Anak

Mainan Baru Dika, Seri Cerita Kreatif Anak

Mainan Baru Dika: Seri Cerita Kreatif Anak – Ketertarikan anak pada satu bidang tertentu harus sudah dipahami oleh orang tua sejak dini. Kondisi ini akan mempermudah orang tua dalam memberi pengarahan. Metode yang digunakan bisa dengan berbagai cara. Sedangkan bagi Anda yang ingin anak tumbuh kreaitif dengan ragam ketrampilan yang dimiliki. Orang tua harus mampu memilih media pembelajaran secara selektif. Misalnya, pemberian mainan yangn sarat akan edukasi.

Sedangkan bagi Anda yang sudah menyenangi game online. Bisa sedikit-demi sedikit diarahkan menuju hal positif. Tak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak pilihan les tambahan untuk membangun daya kreaitf si buah hati. Sehingga, kegemaran mereka pada game online bisa dimanfaatkan untuk menciptakan permainan online sendiri.

Seperti yang sudah diketahui bahwa di era sekarang anak kian kritis. Mereka akan melakukan pencarian tahuan akan setiap hal yang menurutnya baru diketahui. Beberapa penelitian mengungkap bahwa anak lahir tahun 2000 masuk sebagai Generasi Alpha. Yaitu mereka yang tumbuh oleh campur tangan pertumbuhan teknologi. Mereka digambarkan dengan karkater vocal yang berani menyatakan pendapat.

Tidak menganggap perbedaan sebagai suatu ancaman. Mereka dengan mudah melakukan komunikasi, sekaligus berani pembangun bisnis sejak dini. Tentunya semua keunggulan tersebut harus tetap diarahkan untuk mencapai karakteristik di atas secara sempurna. Sehingga, bagi orang tua jangan pernah melewatkan fasse 2-3 tahun usia anak.

Disinilah mereka tumbuh raham pertanyaan. Ketika Anda ingin anak tidak tergandung pada poncel lakukan pada usia tersebut. Kondisi ini mempermudah orang tua dalam pengarahan menuju fase berikutnya. Pembelajaran yang bisa digunakan melalui berbagai metode. Salah satunya ialah dengan pengenalan literasi pada anak.

Kondisi tersebut mengharuskan orang tua untuk memilih buku serial anak yang terbaik. Sebagai penyempurna Anda diharapkan mampu menemani buah hati saat proses membaca. Setidaknya lakukan komunikasi mengenai apa pesan yang ada didalam buku tersebut. Seri Certa Kreatif: Mainan Baru Dika bisa jadi pilihan paling tepat.

Pesan dari Buku Anak: Mainan Baru Dika

Mainan Baru Dika termasuk serial buku anak yang mendominasi cerita sederhana mengenai prinsip sains. Dimana penulis membagikan ilustrasi simpel mengenai pertistiwa alam. Mulai dari perubahan warna, bentuk, dan pelajaran lainnya. Buku jenis ini sangat banyak tersedia di toko-toko buku. Tak tanggung-tanggung semua menyediakan cerita menyenangkan untuk menumbuhkan tingkat kreatif pada anak.

Tak hanya itu banyak juga yang mengemas semuanya dengan gambar sekaligus ilustrasi lucu. Sehingga mudah bagi anak membangun imajinasi dalam pikiran. Seperti yang ada di buku berjudul Mainan Baru Dika yang juga terwujud pada penuturan sederhana. Penyelesaian konflik, sekaligus gaya penulisan jelas membuat pembaca terbantu dalam menerjemahkan ke bentuk visual.

Mainan Baru Dika ditulis secara rapi dengan pemecahan masalah sederhana. Dari sampul buku bisa dlihat bagaimana Dika merasa nyaman akan setiap mainan baru yang tercipta tanpa sengaja. Tidak sendiri karena ia ditemani oleh sang ibu. Mengubah sesuatu dari campuran warna dan bentuk lain yang semuanya berada dibawah prinsip sains.

Oleh karena itu, sediakan waktu sengang Anda untuk menemani anak melakukan hal yang sama. Tidak perlu cemas karena sekarang bentuk serial buku anak bisa ditemukan dengan mudah. Tak tanggung-tanggung banyak dari penulis memberi ringkasan secara simpel. Sehingga materi yang harusnya sulit mampu dideskripsikan lebih sederhana. Mengingat ini buku anak usia 2-3 tahun sampai tingkat lanjutan.

Prasangka Moka: Pengenalkan Sikap Toleransi Pada Anak

Prasangka Moka: Pengenalkan Sikap Toleransi Pada Anak – Toleransi adalah sikap saling menghargai antar perbedaan. Pada dasarnya sikap ini akan sulit diterapkan untuk negara dengan satu kultur budaya. Sehingga terjadi sesuatu yang berbeda mereka menganggap bahwa itu bukan sesuatu yang seharusnya terjadi. Apabila sikap itu tidak dikenalkan dari sekarang maka anak akan tumbuh individualis. Ego mereka akan sangat besar hingga menyulitkan kehidupan mereka di waktu mendatang.

Apalagi di era sekarang dimana semua negara seakan tanpa batas. Teknologi merubah semua konsep hingga berada di peradapan secanggih sekarang. Oleh karena itu, pengenalan toleransi sejak dini sangat membantu tumbuh kembang si kecil di lingkungan. Beberapa riset mengungkap bahwa kecanggihan teknologi kerap kali membawa anak pada sikap egosentris. Mereka lebih senang melakukan sendiri. Itu kenapa banyak anak yang lebih senang bermain game judi poker di situs IDN Poker Online Terpercaya atau bahkan kecanduan dengan permainan tersebut.

Apakah hal tersebut menjadi poin yang salah? Tentu saja tidak. Sebab, game online hanya sebagian kecil dari dampak dari kreatifitas terbungkus oleh teknologi. Sehingga lebih bijak ketika orang tua fokus pada pengarahan sikap anak. Bagaimana cara memanfaatkan kegemaran anak pada teknologi? Dan metode apa yang harus dilakukan untuk mengenalkan sikap baik padanya? Pertanyaan pertama bisa dijawab dengan salurkan bakat mereka dengan apa yang disukai. Maka, tak ada salahnya memasukan anak pada les drawing sehingga mereka diajarkan membuat game sendiri. Pertanyaan kedua, pengenalan sikan baik bisa dilakukan oleh berbagai cara. Salah satunya dengan mengenalkan buku pada anak sejak dini.

Anda hanya perlu menyediakan buku ringan yang berkisah mengenai banyak hal. Jika perlu berikan buku yang penuh gambar berwarna dan ceritakan secara bersemangat. Apalagi sekarang buku-pun sudah terkemas dalam balutan teknologi. Dimana platform buku digital sukses menyediakan berbagai genre buku yang bisa dibaca 24 jam. Anak hanya perlu masuk akun dan semua bacaan mampu dibaca dalam satu genggaman. Nah, untuk pengajaran toleransi. Kenalkan mereka pada sosok Moka yang berada di buku “Prasangka Moka”.

Alur Prasangka Moka yang Terbalut Rapi

Prasangka Moka termasuk buku anak yang mulai konsen pada sikap pengajaran toleransi pada buah hati. Hal ini dikarenakan beberapa penelitian yang mengungkap bahwa anak usia 2-3 tahun sudah paham akan perbedaan jenis kelamin. Fase berikutnya anak mulai bermain dengan mereka yang memiliki fisik sama. Buku ini sendiri bercerita tentang Moka (seekor monyet) yang dipercaya ayahnya untuk memberi buah pada nenek.

Perjalanan Moka sangatlah menyenangkan. Dimana ia melihat pemandangan alam yang terbentang luas. Bahkan dia tak jarang bersenandung riang untuk membangun suasana lebih menyenangkan. Namun, ditengah perjalanan Moka merasa ada yang salah. Ia mulai cemas karena dirinya tak meningat arah lain untuk menuju rumah neneknya. Kondisi itu membuat Moka ketakutan.

Dilain sisi hewan-hewan lain di hutan berbisik menawarkan bantuan. Namun, karena kabar buruk yang ia terima mengenai sikap para hewan. Membuat Moka dilema untuk menerima tawaran mereka. Moka harus berpikir secara cepat agar selamat dan menyampaikan buah pada nenek sesuai permintaan ayahnya. Buku karangan Sekar Sosronegoro ini menjadi buku serial anak yang kerap mendapat pujian. Pemilihan konflik dilakukan secara cermat. Belum lagi penulisan gaya bahasa yang sederhana membuat anak dengan mudah memahaminya. Prasangka Moka akan membawa pembaca pada sikap toleransi terhadap sesama yang tersusun rapi oleh penulis.

Jangan Bersedih Lisa: Kumpulan Cerpen dari PECI

Jangan Bersedih Lisa: Kumpulan Cerpen dari PECI – PECI adalah Penulis Cerita Indonesia. Perkumpulan ini sering menawarkan ragam cerita pendek khusus anak yang terbalut oleh pesan moral. Tidak hanya mudah dipahami oleh unsur gaya penulisan ringan dan alur yang terdeskripsikan secara sederhana. PECI juga kerap kali hadir dengan ragam cerita penuh inspiratif. Buku serial anak yang satu ini menjadi buku penganggan untuk anak yang baru mulai belajar untuk menyukai dunia literasi. Sebab, disini tidak hanya berkisah mengenai satu pesan moral. Melainkan menyangkut ragam konflik pada anak. Sehingga, mereka lebih mudah memahami. Para orang tua juga tidak perlu khawatir karena jenis buku ini mudah diperoleh.

Apalagi di era sekarang bermunculan platform yang menyediakan berbagai jenis buku. Anda hanya perlu masuk melalui akun yang sudah terdaftar. Kemudian dengan mudah berbagai genre cerita anak bisa dibaca dalam satu genggaman. Sedangkan untuk Anda yang lebih menyukai membaca dengan memegang buku secara langsung. Maka, bisa memilih ragam jenis di berbagai toko buku konvensional maupun online. Lebih menyenangkan lagi ketika orang tua mau bergabung dalam proses pembaca. Kondisi tersebut untuk mendukung proses penyampaian pesan pada anak. Sebab, usia 2-3 tahun masih banyak pertanyaan yang ingin diketahui olehnya. Kehadiran orang tua akan sangat membantu mereka dalam mencerna semua konflik yang ada pada buku.

Jangan Bersedih Lisa termasuk buku anak yang mengangkat cerita dalam berbagai sudut pandang. Penulis memberikan konflik sederhana dengan jalan keluar yang tidak kalah simpel. Dari judulnya saja sudah bisa tergambar bahwa buku karya PECI yang satu ini sarat akan pesan moral. Mulai dari persahabatan antar sesama, tolong menolong, toleransi, sekaligus tidak sombong. Pembangunan sikap tersebut akan membantu Anda dalam mengenalkan anak pada sikap-sikap baik yang harus dimiliki. Pasalnya, buku ini mengandung kumpulan cerpen dari berbagai penulis berpengalaman. Ilustrator handal juga berperan penting dalam proses penyampian pesan lebih detail. Tidak heran jika penyambutan karya PECI selalu patut diperhitungkan.

Kupas Buku Anak Jangan Bersedih Lisa

Seperti yang sudah disampaikan di atas bawah buku ini kumpulan cerpen dari beberapa penulis. Sehingga pengangkatan cerita berasal dari sudut setiap penulis. Hal inilah yang membuat buku ini memiliki berbagai pesan moral yang terkesan saling menyatu. Berbeda dari buku anak yang sering mengangkat tema fabel. Kali ini PECI tampil dengan penokohan Lisa. Bocah kecil periang dengan konflik dalam dunia anak. Sesekali ia akan merasa sedih. Namun, rasa tersebut bisa teratasi oleh hadirnya keluarga sekaligus para sahabat. Suasana ringan sekaligus ceria terasa dari cerita pertama hingga akhir. Penuangan masalah yang tidak terlalu berat membuat semua terkemas menjadi satu.

Belum lagi pemilihan font tulisan menghasilkan rasa nyaman saat membaca. Hadirnya ilustrasi penuh warna juga berperan besar untuk menciptakan imajinasi. Semua poin tersebut terhimpun dalam gaya penulisan yang sederhana. Tidak heran jika pesan moral yang disampaikan pada anak bisa sampai secara utuh. Kian sempurna saat proses ini dibantu oleh peran orang tua untuk bersama membaca. Buku ini bisa dibaca untuk usia 3 tahun sampai fase lanjutan. Anda juga bisa memilih jenis buku lain dalam menyempurnakan koleksi si buah hati. Kegemaran anak pada literasi akan membuat mereka akrab dengan berbagai kecerdasan. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu lama untuk mengenalkan buku anak pada si kecil.

Kiko dan Pak Trenggiling: Menumbuhkan Sikap Simpati Pada Anak

Kiko dan Pak Trenggiling Menumbuhkan Sikap Simpati Pada Anak

Kiko dan Pak Trenggiling: Menumbuhkan Sikap Simpati Pada Anak – Generasi Z adalah mereka yang dianggap akan mampu menghadapi persaingan ketat di era digital. Penilain itu terlahir dari penelitian dari para profesional akan sikap yang mereka tunjukan. Mereka akan hidup berdampingan dengan kecanggihan teknologi. Bahkan akan memanfaatkannya untuk menghasilkan keuntungan dua kali lipat lebih banyak. Namun, dalam perjalanan Generasi Z tidak hanya berdiri sendiri.

Kesempurnaan terjadi pada generasi setelahnya. Yaitu mereka yang lahir tahun 2000. Inilah Generasi Alpha dan kecanggihan yang akan dibawa. Beberapa sumber menyatakan bahwa Generasi Alpha terlahir di saat perkembangan masih berada di puncaknya. Mereka sudah mengenal teknologi sejak dini. Bahkan banyak dari mereka yang sudah belajar mengenai pengoperasian komputer.

Ketika sikap tersebut dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Terjadi perbedaan yang cukup mencolok. Dimana generasi ini lebih mudah menangkap perbedaan dan mereka tak menganggap hal itu sebagai ancaman. Mereka berani mengatakan apa yang menurutnya tidak sesuai. Tepat, konsep ini yang kemudian membuatnya berdiri di generasi vocal.

Tidak heran jika sekarang mulai banyak dari mereka yang berani membuat bisnis judi online. Generasi Alpha juga akan membuat teknologi berpihak padanya. Hal ini ditunjukan dari sikap mereka dalam memanfaatkan teknologi dalam membuat permainan judi di agen bola dapat dimainkan secara online. Sehingga, jangan heran jika banyak dari anak muda yang sudah tahu akan jalan yang ingin ia lakukan.

Pengenalan Buku Anak Kiko dan Pak Trenggiling

Jika dipertanyakan bagaimana dengan minat baca anak di era sekarang? banyak riset mengungkap bahwa mereka lebih senang bermain game sekaligus nonton video. Minat baca anak mengalami penurunan. Namun, apakah tidak ada solusi lain untuk kembali menumbuhkannya? Tentu saja ada. Kembali pada pemanfaatan teknologi itu sendiri.

Apalagi sekarang banyak platform perpustakaan online. Anak bisa dengan mudah membaca berbagai genre buku hanya dalam satu genggaman. Sebab, bagaimanapun mereka membutuhkan nilai tambah sebagai kesiapan mental. Misalnya saja, buku anak yang berjudul Kiko dan Pak Trenggiling. Sesuai judulnya buku anak fiksi ini bercerita mengenai Kiko (seekor kelinci) dengan Pak Trenggiling.

Suatu hari Kiko bersama bapak dan ibunya memutuskan untuk berlibur. Namun, karena Kiko penasaran dengan sebuah ladang dengan semangat ia menghampirinya. Tetapi, Kiko terpelosok hingga masuk ke lubang. Kiko merasa takut karena terpisah dari orang tua. Belum lagi lubang tersebut terlalu gelap menurutnya. Kelinci kecil ini berusaha untuk keluar. Sampai pada akhirnya seorang trenggiling tua menghampiri.

Awalnya, Pak Trenggiling terkaget oleh kehadiran kelinci. Setelah melewati banyak pertimbangan dan Kelinci menjelaskan semuanya. Pak Trenggiling merasa iba dan memutuskan menolong anak kelinci itu. Meskipun tak mudah untuk melepas kelinci dari lubangnya. Pak Trenggiling tetap berusaha yang terbaik. Akhir cerita berakhir bahagia karena kelinci bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Tidak hanya itu sekarang Pak Trenggiling lebih mengenal keluarga kelinci yang berhati hangat.

Alur cerita mudah diikuti, gaya penulisan juga langsung pada inti membuat anak akan mudah memahami. Pemilihan konflik sederhana menjadikan buah hati lebih mudah memahami ceritanya. Hingga pesan spesifik bisa diterima oleh pembaca. Belum lagi banyaknya gambar akan membantu anak dalam membentuk imajinasi. Lebih menyenangkan, ketika orang tua memiliki cukup waktu untuk membacakan buku anak ketika mereka pergi tidur. Ajak mereka bicara mengenai apa sebenarnya yang ingin buku sampaikan padanya. Buku karya Kinanti R tersebut juga tersedia dalam dua versi.

Pesta di Rumah Sigi Sigung: Menumbukan Sikap Menghargai

Pesta di Rumah Sigi Sigung Menumbukan Sikap Menghargai

Pesta di Rumah Sigi Sigung: Menumbukan Sikap Menghargai – Menghargai termasuk sikap terpuji yang harus dilakukan oleh setiap individu. Apalagi di era sekarang dimana semua lini kehidupan seakan berdampingan. Hubungan satu orang dengan orang lainnya bisa dengan mudah diakses melalui jejaring internet. Namun, menjadi hal yang mengkhawatirkan karena banyak dari kalangan muda yang lebih senang untuk melakukan apapun sendiri. Sikap individualis tinggi membuat prasangka antara satu dengan lainnya kian besar.

Sehingga sering dilihat penghargaan untuk orang lain bukan sesuatu yang wajar diberikan. Padahal poin tersebut sangat penting mengingat keterikatan manusia sebagai makhluk sosial. Nah, sudah menjadi kewajiban pada orang tua untuk mengenalkan sikap menghargai pada buah hati sejak dini. Generasi Aplha yang lahir di tahun 2000 akan mudah menerima perbedaan. Mereka juga digambarkan sebagai generasi yang pemberani dalam mengungkap apa yang ada dihatinya. Tetapi, mereka kerap melakukan kegiatan seorang diri.

Sehingga sikap toleransi serta menghargai akan sedikit berkurang. Oleh karena itu, orang tua bisa memulai mengajarkannya lewat beberapa cara. Pertama, berikan tontonan yang baik kepada anak. Hal ini mengingat minat anak muda zaman sekarang adalah video ataupun film. Cara kedua, kenalkan mereka dengan buku-buku anak sejak usia dini, yaitu 2-3 tahunan. Jika perlu bacakan semua kisah dan lakukan tanya jawab kepada buah hati.

Pengenalan Buku Pesta di Rumah Sigi Singung

Buku anak yang berjudul Pesta di Rumah Sigi Singung menjadi salah satu serial anak karya Rien Dj. Buku bergenre fabel ini mengangkat pesan yang sangat besar. Dimana anak akan diajarkan untuk mulai memecahkan persoalan, saling menghargai sesama teman, dan sikap positif lainnya. Sesuai genre buku tersebut akan penuh dengan penokohan hewan, termasuk tokoh utama Sigi Singung yang ingin membuat pesta di rumahnya.

Siapa yang tidak suka dengan pesta? Akan banyak minuman dan makanan yang semuanya lezat. Dekorasi penuh balon dan nyanyian riang mengalun memenuhi sudut ruangan. Namun, kabar mengembirakan dari Singung menjadi satu kendala bagi hewan lain. Sebab, Sigi Singung termasuk hewan yang mengeluarkan bau busuk. Para teman takut tak berselera makan dengan adanya bau itu. Tetapi, para teman takut membuat Singung sedih saat mereka tak memenuhi undangan pesta darinya.

Penulis juga memberi penegasan bahwa Singung mengeluarkan bau busuk saat berada di lingkungan musuh. Gajah dideskripsikan sebagai hewan pintar. Burung Unta yang senang pura-pura mati untuk mengelabuhi musuh. Pengambaran secara jelas dengan bahasa mudah dipahami membuat pembaca akan menerima edukasi secara menyeluruh. Tidak hanya nilai saling menghargai, karena penulis juga melengkapi pesan lain seperti nilai kejujuran, tidak sombong, persahabatan, sekaligus saling menolong.

Buku-buku anak dengan berbagai pesan moral sudah bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan sekarang sudah banyak platform yang menyediakan buku digital. Sehingga, anak bisa membaca buku serial anak dalam bentuk digital ataupun konvensional. Nilai tambah yang bisa didapat ialah kemudahan orang tua dalam menjalin komunikasi dengan anak.

Anda bisa mengajak mereka mengobrol mengenai pesan yang ada didalam buku, sampai kesan buah hati terhadap konflik yang dialami oleh tokoh utama. Buku anak identik dengan pengambaran masalah secara sederhana. Gaya penulisan mudah dipahami, seklaigus font tulisan yang membuatnya nyaman untuk penglihatan. Jadi, sudah seharusnya buku anak mulai dikenalkan sejak usia 2-3 tahun.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!