Pesta di Rumah Sigi Sigung: Menumbukan Sikap Menghargai

Pesta di Rumah Sigi Sigung Menumbukan Sikap Menghargai

Pesta di Rumah Sigi Sigung: Menumbukan Sikap Menghargai – Menghargai termasuk sikap terpuji yang harus dilakukan oleh setiap individu. Apalagi di era sekarang dimana semua lini kehidupan seakan berdampingan. Hubungan satu orang dengan orang lainnya bisa dengan mudah diakses melalui jejaring internet. Namun, menjadi hal yang mengkhawatirkan karena banyak dari kalangan muda yang lebih senang untuk melakukan apapun sendiri. Sikap individualis tinggi membuat prasangka antara satu dengan lainnya kian besar.

Sehingga sering dilihat penghargaan untuk orang lain bukan sesuatu yang wajar diberikan. Padahal poin tersebut sangat penting mengingat keterikatan manusia sebagai makhluk sosial. Nah, sudah menjadi kewajiban pada orang tua untuk mengenalkan sikap menghargai pada buah hati sejak dini. Generasi Aplha yang lahir di tahun 2000 akan mudah menerima perbedaan. Mereka juga digambarkan sebagai generasi yang pemberani dalam mengungkap apa yang ada dihatinya. Tetapi, mereka kerap melakukan kegiatan seorang diri.

Sehingga sikap toleransi serta menghargai akan sedikit berkurang. Oleh karena itu, orang tua bisa memulai mengajarkannya lewat beberapa cara. Pertama, berikan tontonan yang baik kepada anak. Hal ini mengingat minat anak muda zaman sekarang adalah video ataupun film. Cara kedua, kenalkan mereka dengan buku-buku anak sejak usia dini, yaitu 2-3 tahunan. Jika perlu bacakan semua kisah dan lakukan tanya jawab kepada buah hati.

Pengenalan Buku Pesta di Rumah Sigi Singung

Buku anak yang berjudul Pesta di Rumah Sigi Singung menjadi salah satu serial anak karya Rien Dj. Buku bergenre fabel ini mengangkat pesan yang sangat besar. Dimana anak akan diajarkan untuk mulai memecahkan persoalan, saling menghargai sesama teman, dan sikap positif lainnya. Sesuai genre buku tersebut akan penuh dengan penokohan hewan, termasuk tokoh utama Sigi Singung yang ingin membuat pesta di rumahnya.

Siapa yang tidak suka dengan pesta? Akan banyak minuman dan makanan yang semuanya lezat. Dekorasi penuh balon dan nyanyian riang mengalun memenuhi sudut ruangan. Namun, kabar mengembirakan dari Singung menjadi satu kendala bagi hewan lain. Sebab, Sigi Singung termasuk hewan yang mengeluarkan bau busuk. Para teman takut tak berselera makan dengan adanya bau itu. Tetapi, para teman takut membuat Singung sedih saat mereka tak memenuhi undangan pesta darinya.

Penulis juga memberi penegasan bahwa Singung mengeluarkan bau busuk saat berada di lingkungan musuh. Gajah dideskripsikan sebagai hewan pintar. Burung Unta yang senang pura-pura mati untuk mengelabuhi musuh. Pengambaran secara jelas dengan bahasa mudah dipahami membuat pembaca akan menerima edukasi secara menyeluruh. Tidak hanya nilai saling menghargai, karena penulis juga melengkapi pesan lain seperti nilai kejujuran, tidak sombong, persahabatan, sekaligus saling menolong.

Buku-buku anak dengan berbagai pesan moral sudah bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan sekarang sudah banyak platform yang menyediakan buku digital. Sehingga, anak bisa membaca buku serial anak dalam bentuk digital ataupun konvensional. Nilai tambah yang bisa didapat ialah kemudahan orang tua dalam menjalin komunikasi dengan anak.

Anda bisa mengajak mereka mengobrol mengenai pesan yang ada didalam buku, sampai kesan buah hati terhadap konflik yang dialami oleh tokoh utama. Buku anak identik dengan pengambaran masalah secara sederhana. Gaya penulisan mudah dipahami, seklaigus font tulisan yang membuatnya nyaman untuk penglihatan. Jadi, sudah seharusnya buku anak mulai dikenalkan sejak usia 2-3 tahun.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!